|
No
|
Struktur teks
|
Kalimat utama
|
|
1
|
Nama siswa
|
Zulham Fahmi
|
|
2
|
Kelas
|
IX Mts 1
|
|
3
|
Judul/topik proyek
|
Penyusun teks tanggapan kritis
dengan topik Masa Depan Lebih Cemerlang Tanpa
Merokok
|
|
4
|
Jenis tugas
|
Tugas mandiri
|
|
5
|
Sumber bahan
|
Internet,buku
|
|
6
|
Cara pengumpulan bahan
|
Studi rumahan
|
|
7
|
Cara analisis bahan
|
Pengelolaan data/fakta/informasi menjadi pernyataan
Verbal berupa :
a) Penyusun kalimat topik pada setiap struktur bagian teks,
b) Pengembangan kalimat topik dengan kalimat pengembang,
c) Penyusunan paragraf yang sesuai dengan struktur teks tanggapan
kritis,
d) Penyuntingan kalimat yang disesuaikan dengan unsur kebahasan
teks tanggapan kritis, dan
e) Penggabungan paragraf menjadi teks tanggapan kritis yang padu
|
|
8
|
Wujud hasil analisis
|
Teks tanggapan kritis sesuai dengan urutan struktur
dan penggunaan unsur bahasa yang tepat dari berbagai telaah dan revisi
|
|
9
|
Cara pelaporan
|
Tulis dan publikasikan
|
|
10
|
Jadwal pelaksanaan
|
Tiga hari ;
Hari pertama : pengumpulan data
Hari ke-dua : pengolahan data
Hari ke-tiga
: Finising (pelaporan, penyusun teks, dan
publikasi)
|
Masa Depan Lebih Cemerlang Tanpa Merokok
Merokok di
kalangan pelajar sudah menjadi perilaku yang sangat memperihatinkan bagi Negara
Indonesia. Hal ini disebabkan akibat dari pengaruh lingkungan sekitarnya.
Hampir sebagian perokok di Indonesia adalah kalangan pelajar, baik di tingkat
SMP maupun SMA. Pelajar yang merokok biasanya sejak SMP dan kebanyakan waktu
kelas 3 SMP atau waktu beranjak SMA. Itu disebabkan karena faktor kebiasaan,
karena jika pelajar sudah biasa dengan suatu aktivitas atau perbuatan yang di
jalaninya sejak lama maka akan terbawa sampai mereka dewasa. Merokok di
kalangan pelajar tentu membawa dampak dan pengaruh terhadap pelajar tersebut
dan lingkungan mereka.
Di lingkungan
sekolah larangan merokok merupakan suatu peraturan yang amat penting. Tetapi
kenyataannya pelajar yang merokok semakin banyak. Menurut Angelica Iskandar
seorang blogger, berpendapat bahwa merokok dari segi kesehatan, sangat
merugikan. Tubuh yang masih dalam pertumbuhan sudah dicemari oleh racun-racun
dari rokok. Lalu dari biaya atau harga rokok, tentunya jika sudah kecanduan
bisa menghabiskan uang saku pelajar tersebut. Ide Angelica Iskandar itu sangat
benar, merokok mengganggu kesehatan, kenyataan ini tidak dapat kita pungkiri.
Banyak penyakit yang sudah terbukti sebagai dampak dari merokok. Faktanya sudah
ada, contohnya: di iklan televisi yaitu ibu Ike Wijayanti yang terkena kanker
tenggorokan sehingga pita suaranya hilang.
Tidak hanya
sekolah yang berupaya untuk pelajar tidak merokok lagi, tetapi pemerintah juga
berupaya salah satu contohnya yaitu terdapat tulisan “ Hindarkan dan jauhkan sekolah dari asap
rokok” di setiap buku pegangan siswa
kurikulum 2013.
Tidak hanya
dampak negatif saja, rokok juga mempunyai dampak positif. Menurut sebuah blog
ScienceAndri atau alamat blognya http://scienceaandri.blogspot.co.id/2014/02/dampak-positif-rokok.html di blog tersebut ditulis bahwa merokok
mempunyai dampak positif, yaitu: menjadi sumber inspirasi, bisa bersosialisasi
dengan baik kepada orang yang dikenal maupun tidak dikenal, bisa membuat si
perokok tersebut lebih percaya diri dan bisa menghilangkan stress. Menurut
Tomkinds (1991) ada 4 tipe perilaku merokok, yaitu : Tipe perokok yang
dipengaruhi oleh perasaan positif. Dengan merokok, seseorang merasakan
penambahan rasa yang positif. Perilaku merokok yang dipengaruhi oleh perasaan
negatif. Banyak orang yang menggunakan rokok untuk mengurangi perasaan negatif.
Perilaku merokok yang adiktif. Mereka yang sudah adiksi, akan menambah dosis
rokok yang digunakan setiap saat setelah efek dari rokok yang diisapnya
berkurang. Perilaku merokok yang sudah menjadi kebiasaan. Mereka menggunakan
rokok sama sekali merupakan suatu perilaku yang sudah bersifat otomatis, seringkali
tanpa dipikirkan dan tanpa disadari ia menghidupkan api rokoknya bila rokok
yang terdahulu telah benar-benar habis.
Kebiasaan merokok yang dilakukan oleh pelajar mungkin merupakan salah satu
pengaruh buruk yang didapat dari teman-temannya. Kebiasaan merokok pada orang
tua juga berpengaruh besar pada pelajar. Orang tua yang merokok juga bisa
menjadi salah satu faktor yang menjadikan pelajar tersebut merokok dibandingkan
dengan keluarga yang bukan perokok.
Secara umum kita sudah sepantasnya khawatir terhadap kebiasaan merokok di
kalangan remaja, mengingat begitu besar dampak negatifnya. Untuk itu, langkah
antisipasi harus kita siapkan. Kita bisa mulai dari lingkungan sekolah. Bisa
dimulai dengan tidak memberi contoh kebiasaan merokok dalam sekolah. Manfaatnya
akan dirasakan oleh seluruh orang ataupun pelajar itu sendiri, penerapan aturan
dan larangan merokok akan mengerem kebiasaan merokok . Pelajar dan di
sekitarnya menjadi lebih sehat dan beban ekonomi berkurang, karena uang yang
digunakan untuk membeli rokok bisa dialihkan untuk keperluan lain yang lebih
bermanfaat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar